Mengenal Jerawat Hormonal yang Sering Muncul di Wajah, serta Cara Tepat untuk Mengatasinya !

Mengenal Jerawat Hormonal yang Sering Muncul di Wajah, serta Cara Tepat untuk Mengatasinya !

Membahas mengenai masalah jerawat, memang tidak akan pernah ada habisnya ya. Jerawat masih menjadi masalah kulit yang paling ditakuti dan diantisipasi kemunculannya, Karena dengan munculnya jerawat di wajah, selain dapat menjadikan penampilan wajah kurang menarik, juga dapat mengakibatkan munculnya rasa nyeri yang cukup sakit dan mengganggu.

Kebanyakan orang menganggap penyebab utama munculnya Jerawat, yaitu akibat adanya penyumbatan pada pori-pori wajah oleh berbagai hal. Namun, jerawat yang muncul pada wajah juga bisa disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon pada kulit. Kadar hormon tertentu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, dapat menyebabkan kulit cenderung lebih berminyak atau lebih kering, sehingga mengakibatkan kulit rentan berjerawat. Karena jerawat muncul akibat ketidakseimbangan hormon tersebut, maka dinaman jerawat hormonal.

Jerawat hormonal sendiri biasanya muncul setiap bulan atau sesuai dengan siklus hormon, dan akan lebih rentan terjadi pada usia 20 – 40 an. Jerawat hormonal lebih sering terletak pada area pipi, dagu dan juga rahang, serta dapat muncul pada area yang sama di setiap kemunculannya. Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat karena hormon merupakan jerawat kistik atau crystal acne yang benjolannya terletak lebih dalam di bawah permukaan kulit. Benjolan yang ada akan meradang, serta terasa sangat menyakitkan.

Baca Juga : Mengenal Berbagai Jenis Jerawat yang Muncul, Begini Cara Membedakannya

Lalu, apa saja ya jenis-jenis hormon yang dapat berpengaruh terhadap munculnya jerawat ? Simak infonya berikut ini :

A. Hormon Penyebab Jerawat

1. Hormon Estrogen

Hormon yang pertama yaitu hormon estrogen. Hormon ini berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual pria dan wanita. Jerawat dapat muncul jika hormon estrogen dalam tubuh memiliki kadar yang terlalu rendah. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan rendahnya kadar hormon estrogen yaitu, menstruasi, perimonopause, olahraga yang berlebih, penyakit ginjal dan anoreksia.

2. Hormon androgen

Kadar hormon androgen atau testosteron yang berlebih dalam tubuh, juga dapat menyebabkan kulit berjerawat. Hal tersebut, mengakibatkan kelenjar minyak memproduksi sebum dengan jumlah yang banyak, sehingga menyumbat pori-pori wajah. Kondisi ini bisa terjadi saat mengalami menstruasi, mengonsumsi obat tertentu, atau saat beralih menggunakan alat kontrasepsi yang satu ke yang lainnya.

3. Hormon progesteron

Hormon progesteron merupakan hormon yang berperan penting dalam proses atau siklus menstruasi dan ovulasi. Saat kadar hormon progesteron terlalu tinggi, maka juga dapat memicu munculnya jerawat di wajah.

Jerawat hormonal atau jerawat yang muncul akibat fluktuasi dan ketidakseimbangan hormon harus segera diatasi dengan tepat, agar cepat mereda dan kondisinya tidak semakin parah. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu :

B. Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

1. Menjaga kebersihan wajah

Pinterest.com

Seperti yang diketahui, bahwa hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan berminyak. Hal tersebut dapat mengakibatkan kotoran dan bakteri mudah menempel dan berkembang, serta kulit akan rentan mengalami iritasi. Maka dari itu, menjaga kebersihan wajah dengan cara menghindari menyentuh wajah dan selalu mencuci wajah secara rutin sangat diperlukan untuk mencegah jerawat muncul.

Untuk mengatasi jerawat hormonal pastikan kamu tetap mencuci wajah secara rutin, yaitu 2 kali dalam sehari menggunakan sabun wajah yang lembut. Jika kulitmu terasa berminyak, pilihlah sabun wajah yang memiliki label oil free formula pada kemasannya. Jika kulitmu kering, maka jangan lupa untuk selalu mengoleskan pelembab setelahnya.

Baca Juga : Tips Memilih Cleanser yang Tepat, Sesuai Jenis Kulit

2. Menggunakan skincare yang tepat

Paket “Acne Series”

Menggunakan skincare yang tepat juga dapat membantu mencegah atau mengatasi munculnya jerawat hormonal. Skincare yang baik untuk mengatasi jerawat hormonal yaitu skincare yang lembut yang mengandung bahan anti-inflamasi, tidak mengandung minyak di dalamnya, serta bersifat non-comedogenik atau tidak rentan menyumbat pori-pori.

Paket Acne Series dari Qinara, dapat kamu pilih sebagai rangkaian skincare untuk membantu menyembuhkan jerawat hormonal. Skincare paket Acne Series ini, memang sudah diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai macam masalah dan jenis jerawat yang muncul di wajah. Paket ini juga cocok atau aman digunakan untuk remaja ataupun orang dewasa ya. Paket yang terdiri dari face wash, sunscreen, night cream, dan obat jerawat ini, semuanya tidak mengandung minyak, mengandung bahan yang berperan sebagai anti-inflamasi, serta lembut dan tidak mengakibatkan kulit iritasi. Sehingga, sangat efektif untuk mengatasi jerawat hormonal yang rentan mengalami peradangan.

Baca Juga : Bahan Aktif Skincare yang Ampuh Mengatasi Masalah Jerawat

3. Mengonsumsi obat hormon tertentu

Pinterest.com

Mengonsumsi obat yang dapat menyeimbangkan kadar hormon di tubuh, dipercaya dapat membantu mencegah munculnya jerawat hormonal. amun, obat hormon hanya boleh dikonsumsi jika sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan nantinya baru akan diresepkan beberapa jenis obat yang dapat membantu menjaga kestabilan hormon tubuh. Beberapa jenis obat yang biasa digunakan yaitu berupa, antiandrogen dan pil KB yang dapat menjaga hormon dan siklus menstruasi, serta mengurangi keberadaan jerawat.

Itu tadi beberapa penjelasan mengenai ciri jerawat hormonal dan jenis hormon yang dapat memicu terbentuknya hormonal, serta cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau mencegah munculnya jerawat hormonal. Kamu bisa menerapkan cara di atas untuk membantu meredakan keberadaan jerawat hormonal. Selain itu jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bernutrisi dan menghindari makanan dengan kandungan gula atau produk olahan susu, olahraga ringan secukupnya, serta mengonsumsi air putih. Namun, jika dirasa jerawat tak kunjung sembuh, maka jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter, agar diberikan penanganan yang tepat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
X